Jumat, 12 September 2008

Kenaikan Gaji Guru Mulai Timbulkan Kecemburuan

sumber :
mailis DikBud@yahoogroups.com
13 September 2008

RUMGAPRES JAKARTA--MI: Badan Perencanaan
Pembangunan Nasional (Bappenas) menengarai mulai munculnya kecemburuan
di antara pegawai pemerintah akibat rencana kenaikan gaji guru hingga
minimal Rp2 juta per bulan untuk golongan II/B dengan masa kerja 0
tahun pada 2009.

"Saya diberitahu Wapres bahwa sudah ada protes dari para dokter PTT
(pegawai tidak tetap-red). Mereka yang bekerja di pelosok Indonesia
gajinya berkisar Rp1-2 juta sementara gaji guru di pelosok mencapai Rp5
juta per bulan," kata Meneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta di
Jakarta, Jumat (12/9).

Selain itu, tambahnya, masalah lainnya yang muncul akibat rencana
tersebut adalah kewajiban jam mengajar yang harus dipenuhi oleh guru
sebagai kompensasi kenaikan gaji tersebut. "Mereka kan harus mengajar
minimal 24 jam seminggu. Kalau di pulau Jawa atau Sumatra, hal itu
tidak masalah karena jumlah sekolah yang banyak sehingga mereka bisa
memenuhi kewajiban tersebut dengan mengajar di lebih dari satu tempat.
Tapi bagaimana dengan guru di daerah pelosok dimana mungkin jumlah
sekolah sangat terbatas," jelasnya.

Bappenas sendiri, tambahnya, tengah memikirkan kemungkinan
penerapan kewajiban yang berbeda untuk guru di daerah pelosok dengan
mempertimbangkan masalah tersebut. Kenaikan gaji guru ini terkait
penambahan anggaran pendidikan Rp 46,1 triliun Dari tambahan itu, Rp
24 triliun digelontorkan ke Departemen Pendidikan Nasional dan Rp 12
triliun untuk Departemen Agama.

Sebelumnya Sesmeneg PPN/Sestama Bappenas Syahrial Loetan telah
mengatakan, tambahan anggaran pendidikan sebesar Rp46,1 triliun dalam
rangka memenuhi 20 persen anggaran pendidikan sesuai amanat konstitusi
akan dibagi kepada 12 kementerian lembaga (KL), termasuk Depdiknas dan
Depag. Dari angka itu, Rp24 triliun akan digelontorkan ke Departemen
Pendidikan Nasional dan Rp12 triliun untuk Departemen Agama, serta
sisanya dialokasikan pada 10 KL yang ikut mendukung fungsi pendidikan
non kedinasan. Beberapa KL tersebut antara lain, Departemen
Perhubungan, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), Departemen
Pertanian, serta Departemen Kelautan dan Perikanan. (Ant/OL-06)

KISAH SEDIH DARI BALI

Kisah sedih dialami Desak Suarti, seorang pengerajin perak dari
Gianyar, Bali . Pada mulanya, Desak menjual karyanya kepada seorang
konsumen di luar negeri. Orang ini kemudian mematenkan desain
tersebut. Beberapa waktu kemudian, Desak hendak mengekspor kembali
karyanya. Tiba-tiba, ia dituduh melanggar Trade Related Intellectual
Property Rights (TRIPs). Wanita inipun harus berurusan dengan WTO.

"Susah sekarang, kami semuanya khawatir, jangan-jangan nanti beberapa
motif asli Bali seperti `patra punggal', `batun poh', dan beberapa
motif lainnya juga dipatenkan", kata Desak Suarti dalam sebuah wawancara.

Kisah sedih Desak Suarti ternyata tidak berhenti sampai di sana .
Ratusan pengrajin, seniman, serta desainer di Bali kini resah menyusul
dipatenkannya beberapa motif desain asli Bali oleh warga negara asing.
Tindakan warga asing yang mempatenkan desain warisan leluhur orang
Bali ini membuat seniman, pengrajin, serta desainer takut untuk berkarya.

Salah satu desainer yang ikut merasa resah adalah Anak Agung Anom
Pujastawa. Semenjak dipatenkannya beberapa motif desain asli Bali oleh
warga asing, Agung kini merasa tak bebas berkarya. "Sebelumnya, dalam
satu bulan saya bisa menghasilkan 30 karya desain perhiasan perak.
"Karena dihinggapi rasa cemas, sekarang saya tidak bisa menghasilkan
satu desain pun," ujarnya hari ini.

Potret di atas adalah salah satu gambaran permasalahan perlindungan
budaya di tanah air. Cerita ini menambah daftar budaya indonesia yang
dicuri, diklaim atau dipatenkan oleh negara lain, seperti Batik
Adidas, Sambal Balido, Tempe, Lakon Ilagaligo, Ukiran Jepara, Kopi
Toraja, Kopi Aceh, Reog Ponorogo, Lagu Rasa Sayang Sayange, dan lain
sebagainya.

LANGKAH KE DEPAN

Indonesia harus bangkit dan melakukan sesuatu. Hal inilah yang
melatarbelakangi berdirinya Indonesian Archipelago Culture Initiatives
(IACI), informasi lebih jauh dapat dilihat di http://budaya-
indonesia. org/ . Untuk dapat mencegah agar kejadian di atas tidak
terus berlanjut, kita harus melakukan sesuatu. Setidaknya ada 2 hal
perlu kita secara sinergis, yaitu:

1. Mendukung upaya perlindungan budaya Indonesia secara hukum. Kepada
rekan-rekan sebangsa dan setanah air yang memiliki kepedulian (baik
bantuian ide, tenaga maupun donasi) di bagian ini, harap menggubungi
IACI di email: office@budaya- indonesia. org

2. Mendukung proses pendataan kekayaan budaya Indonesia . Perlindungan
hukum tanpa data yang baik tidak akan bekerja secara optimal. Jadi,
jika temen-temen memiliki koleksi gambar, lagu atau video tentang
budaya Indonesia , mohon upload ke situs PERPUSTAKAAN DIGITAL BUDAYA
INDONESIA , dengan alamat http://budaya- indonesia. org/ Jika Anda
memiliki kesulitan untuk mengupload data, silahkan menggubungi IACI di
email: office@budaya- indonesia. org

- Lucky Setiawan

nb: Mohon bantuanya untuk menyebarkan pesan ini ke email ke teman,
mailing-list, situs, atau blog, yang Anda miliki. Mari kita dukung
upaya pelestarian budaya Indonesia secara online.

Puasa Bulan Ramadhan menurut Ayat Qur'an dan Hadits

Oleh : A. Nizami

sumber :
http://syiarislam.wordpress.com,
http://media-islam.or.id


Kewajiban berpuasa dalam Al Qur'an

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan bagi kamu
berpuasa sebagaimana telah diwajibkan bagi orang-orang
sebelummu, agar kamu bertakwa" [Al Baqarah:183]

Keutamaan berpuasa:

"Diriwayatkan dari Sahl bin Saad r.a katanya:
Rasulullah s.a.w bersabda: Sesungguhnya di dalam Surga
itu terdapat pintu yang dinamakan Ar-Rayyan. Orang
yang berpuasa akan masuk melalui pintu tersebut pada
Hari Kiamat kelak. Tidak boleh masuk seorangpun
kecuali mereka. Kelak akan ada pengumuman: Di manakah
orang yang berpuasa? Mereka lalu berduyun-duyun masuk
melalui pintu tersebut. Setelah orang yang terakhir
dari mereka telah masuk, pintu tadi ditutup kembali.
Tiada lagi orang lain yang akan memasukinya"
[Bukhari-Muslim]

"Diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri r.a katanya:
Rasulullah s.a.w bersabda: Setiap hamba yang berpuasa
di jalan Allah, Allah akan menjauhkannya dari api
Neraka sejauh perjalanan tujuh puluh tahun"
[Bukhari-Muslim]

Keutamaan bulan Ramadan

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: Bahwa Rasulullah saw.
bersabda: Apabila tiba bulan Ramadan, maka dibukalah
pintu-pintu surga, ditutuplah pintu neraka dan
setan-setan dibelenggu Nomor hadis dalam kitab Sahih
Muslim: 1793

Wajib berpuasa Ramadan jika melihat hilal awal Ramadan
dan berhenti puasa jika melihat hilal awal Syawal.
Jika tertutup awan, maka hitunglah 30 hari

Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
Dari Nabi saw. bahwa beliau menyebut-nyebut tentang
bulan Ramadan sambil mengangkat kedua tangannya dan
bersabda: Janganlah engkau memulai puasa sebelum
engkau melihat hilal awal bulan Ramadan dan janganlah
berhenti puasa sebelum engkau melihat hilal awal bulan
Syawal. Apabila tertutup awan, maka hitunglah (30
hari)
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1795

Larangan berpuasa satu atau dua hari sebelum bulan

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Janganlah engkau berpuasa
satu atau dua hari sebelum Ramadan, kecuali bagi
seorang yang biasa berpuasa, maka baginya silakan
berpuasa
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1812

Dilarang puasa pada hari raya

"Diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri r.a katanya:
Aku pernah mendengar Rasulullah s.a.w bersabda: Tidak
boleh berpuasa pada dua hari tertentu, yaitu Hari Raya
Korban (Aidiladha) dan hari berbuka dari bulan Ramadan
(Aidilfitri)" [Bukhari-Muslim]

Niat Puasa Ramadhan

Sesungguhnya amal itu tergantung dari niat
[Bukhari-Muslim]

Dari Hafshah Ummul Mukminin bahwa Nabi Muhammad SAW
bersabda: "Barangsiapa tidak berniat puasa sebelum
fajar, maka tidak ada puasa baginya." [Imam Lima]

Bersahur (makan sebelum Subuh) itu sunnah Nabi

"Diriwayatkan daripada Anas r.a katanya: Rasulullah
s.a.w bersabda: Hendaklah kamu bersahur karena dalam
bersahur itu ada keberkatannya" [Bukhari-Muslim]

Tips agar kuat berpuasa: minumlah 2 sendok makan madu
dan 3 butir korma saat sahur. Sunnah melambatkan
sahur.

Menyegerakan Berbuka Puasa di waktu maghrib

"Diriwayatkan daripada Umar r.a katanya: Rasulullah
s.a.w telah bersabda: Apabila datang malam, berlalulah
siang dan tenggelamlah matahari. Orang yang berpuasa
pun bolehlah berbuka" [Bukhari-Muslim]

Dari Sahal Ibnu Sa'ad Radliyallaahu 'anhu bahwa
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:
"Orang-orang akan tetap dalam kebaikan selama mereka
menyegerakan berbuka." [Muttafaq Alaihi]

Menurut riwayat Tirmidzi dari hadits Abu Hurairah ra
bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: "Allah 'Azza wa
Jalla berfirman: Hamba-hamba-Ku yang paling Aku cintai
adalah mereka yang menyegerakan berbuka."

Sunnah berbuka puasa dengan kurma dan air minum
(ta'jil) kemudian shalat Maghrib. Setelah itu makan
malam.

Dari Sulaiman Ibnu Amir Al-Dlobby bahwa Nabi Muhammad
SAW bersabda: "Jika seseorang di antara kamu berbuka,
hendaknya ia berbuka dengan kurma. Jika tidak
mendapatkannya, hendaknya ia berbuka dengan air karena
air itu suci." Riwayat Imam Lima. Hadits shahih
menurut Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Hakim.

Beberapa kali saya mendengar penyiar radio memakai
kata "Buka" puasa (Futhur) dengan
"Membatalkan" puasa." Padahal maknanya jauh
berbeda. Buka puasa (Futhur) itu syah sesuai
syari'at dan mendapat pahala. Sedang membatalkan
puasa, artinya puasanya batal dan tidak diterima
Allah. Batal berasal dari kata "Bathala" yang
artinya batal, tidak syah, binasa. Sebagai contoh,
belum maghrib tapi orang itu sudah makan/minum dengan
sengaja tanpa udzur, maka puasanya batal (tidak syah)
dan dan dia harus mengganti puasanya secara benar.

Ketika kita berpuasa, kita dilarang berkata kotor,
mencaci, atau berkelahi. Hal ini untuk menempa diri
kita agar memiliki akhlak yang terpuji:

"Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a katanya:
Rasulullah s.a.w bersabda: Apabila seseorang daripada
kamu sedang berpuasa pada suatu hari, janganlah
berbicara tentang perkara yang keji dan kotor. Apabila
dia dicaci maki atau diajak berkelahi oleh seseorang,
hendaklah dia berkata: Sesungguhnya hari ini aku
berpuasa, sesungguhnya hari ini aku berpuasa"
[Bukhari-Muslim]

Puasa yang sia-sia

"Dari Abu Hurairah ra: katanya Rasulullah saw
berabda: "Barang siapa tidak meninggalkan ucapan
dusta dan berbuat jahat (padahal dia puasa), maka
Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minum"
[Bukhari]

Jika kita berpuasa, tapi kita berkata dusta atau
menyakiti orang lain, maka sia-sialah puasa kita.

Dilarang bersetubuh pada saat berpuasa

"Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a katanya: Seorang
lelaki datang menemui Rasulullah s.a.w lalu berkata:
Celakalah aku wahai Rasulullah s.a.w. Rasulullah s.a.w
bertanya: Apakah yang telah membuatmu celaka?
Lelaki itu menjawab: Aku telah bersetubuh dengan
isteriku pada siang hari di bulan Ramadan.
Rasulullah s.a.w bertanya: Mampukah kamu memerdekakan
seorang hamba? Lelaki itu menjawab: Tidak.
Rasulullah s.a.w bertanya: Mampukah kamu berpuasa
selama dua bulan berturut-turut? Lelaki itu menjawab:
Tidak.
Rasulullah s.a.w bertanya lagi: Mampukah kamu memberi
makan kepada enam puluh orang fakir miskin? Lelaki itu
menjawab: Tidak. Kemudian duduk. Rasulullah s.a.w
kemudiannya memberikan kepadanya suatu bekas yang
berisi kurma lalu bersabda: Sedekahkanlah ini. Lelaki
tadi berkata: Tentunya kepada orang yang paling miskin
di antara kami. Tiada lagi di kalangan kami di Madinah
ini yang lebih memerlukan dari keluarga kami.
Mendengar ucapan lelaki itu Rasulullah s.a.w tersenyum
sehingga kelihatan sebahagian giginya. Kemudian
baginda bersabda: Pulanglah dan berilah kepada
keluargamu sendiri" [Bukhari-Muslim]

Bangun dari junub tidak membatalkan puasa

"Diriwayatkan daripada Aisyah dan Ummu Salamah r.a,
kedua-duanya berkata:: Nabi s.a.w bangkit dari tidur
dalam keadaan berjunub bukan dari mimpi kemudian
meneruskan puasa" [Bukhari-Muslim]

Lupa tidak membatalkan puasa

Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa lupa bahwa ia sedang berpuasa, lalu ia
makan dan minum, hendaknya ia meneruskan puasanya,
karena sesungguhnya ia telah diberi makan dan minum
oleh Allah." [Muttafaq Alaihi]

Orang yang sedang dalam perjalanan boleh tidak
berpuasa. Tapi wajib menggantinya di lain hari.

Dari Hamzah Ibnu Amar al-Islamy ra bahwa dia berkata:
Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku kuat berpuasa dalam
perjalanan, apakah aku berdosa? Maka Rasulullah SAW
bersabda: "Ia adalah keringanan dari Allah,
barangsiapa yang mengambil keringanan itu maka hal itu
baik dan barangsiapa senang untuk berpuasa, maka ia
tidak berdosa." [Bukhari-Muslim]

Orang tua cukup bayar fidyah

Ibnu Abbas ra berkata: Orang tua lanjut usia diberi
keringanan untuk tidak berpuasa dan memberi makan
setiap hari untuk seorang miskin, dan tidak ada qodlo
baginya. Hadits shahih diriwayatkan oleh Daruquthni
dan Hakim.

I'tikaf (diam di masjid) pada 10 hari terakhir bulan
Ramadhan

Dari 'Aisyah ra bahwa Nabi SAW selalu beri'tikaf pada
sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga
beliau wafat, kemudian istri-istri beliau beri'tikaf
sepeninggalnya. Muttafaq Alaihi.

Dari 'Aisyah ra bahwa Rasulullah SAW bila hendak
beri'tikaf, beliau sholat Shubuh kemudian masuk ke
tempat i'tikafnya. Muttafaq Alaihi.

Dari 'Aisyah ra bahwa Nabi SAW bersabda: "Barangsiapa
meninggal dan ia masih menanggung kewajiban puasa,
maka walinya berpuasa untuknya." Muttafaq Alaihi.

Dari Abu Ayyub Al-Anshory ra bahwa Rasulullah SAW
bersabda: "Barangsiapa berpuasa Ramadhan, kemudian
diikuti dengan berpuasa enam hari pada bulan Syawwal,
maka ia seperti berpuasa setahun." Riwayat Muslim.

Malam Lailatul Qadr
Dari Ibnu Umar ra bahwa beberapa shahabat Nabi SAW
melihat lailatul qadr dalam mimpi tujuh malam
terakhir, maka barangsiapa mencarinya hendaknya ia
mencari pada tujuh malam terakhir." Muttafaq Alaihi.

Dari Muawiyah Ibnu Abu Sufyan ra bahwa Nabi SAW
bersabda tentang lailatul qadar: "Malam dua puluh
tujuh." [Abu Daud]

Dari 'Aisyah ra bahwa dia bertanya: Wahai Rasulullah,
bagaimana jika aku tahu suatu malam dari lailatul
qadr, apa yang harus aku baca pada malam tersebut?
Beliau bersabda: "bacalah (artinya: Ya Allah,
sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Engkau menyukai
ampunan, maka ampunilah aku)." Riwayat Imam Lima
selain Abu Dawud.


Catatan:
Hadits tersebut sebagian besar berasal dari Al Bayan,
dan masih banyak perawinya selain Bukhari dan Muslim
seperti Tirmizi, An Nasai, Abu Daud, Ibnu Majah, dan
lain-lain.