Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Oktober 2008

Tragedi 15 September

Sebuah perahu nelayan yang ditumpangi oleh Misri (42 th) dan dua kawannya mengalami kecelakaan akibat digulung ombak. Kejadian tersebut berlangsung di Laut dekat Lapangan Pacuan Kuda Impres Legok Jawa Kecamatan Cimerak Ciamis Jawa barat.

Nelayan yang tengah asyik mengangkat jala lobster tersebut tak kuasa menghindari terjangan gelombang. Akhirnya ketiga nelayan tersebut tersapu ombak dan perahunya pecah. Dua orang kawan Misri berhasil menyelamatkan diri dengan loncat dari perahu dan berhasil berenang sampai ke tepian pantai. Sementara Misri dalam kejadian yang secepat kilat tersebut tidak bisa berbuat apa-apa dan diduga terbelit jala dan akhirnya tidak bisa berenang.

Mayatnya berhadil ditemukan oleh nelayan lainnya setelah pencarian selama tiga hari tiga malam. Mayat itu berhasil ditemukan di tengah lautan oleh nelayan Legok jawa lainnya.

Tragedi 27 September

Tak henti-hentinya nelayan Madasari kembali ditimpa tragedi. Tepatnya Sabtu, 27 september 2008 dua buah perahu nelayan mengalami kecelakaan. Perahu yang satu ditumpangi oleh 3 orang nelayan, yaitu : Iwan (18 th), Dadan (18 th), dan Heri (18 th) mengalami kecelakaan (bhs Sunda : tamplung)di Blok Sodong Gede Madasari. Sementara perahu yang satu lagi ditumpangi oleh Ahri (40 th), Dadan (18 th), dan Mahirin (17 th) dengan lokasi kecelakaan di Blok Karang Seugeuh Madasari.

Kelompok perahu yang satu berhasil di selamatkan oleh nelayan yang lain, yaitu kelompok Robiin (37 th) dkk. Sementara perahu Ahri dkk bernasib malang. Setelah digulung ombak yang menyebabkan perahunya pecah berkeping-keping, salah satu anggota kru perahu tak bisa diselamatkan, yaitu Mahirin.

Mahirin baru berhasil diditemukan mayatnya pada Rabu, 1 Oktober 2008 bertepatan dengan hari raya idul fitri yang pertama. Kondisi badannya sudah membusuk dan ditemukan di sekitar jembatan Cidadap Desa Legok Jawa.

Kabar dari Nelayan (2)

Dari kabar itu, adakah kepedulian kita kepada mereka ? Ataukah kita hanya bisa mengiba dan meratapi nasib mereka ?? Kami berharap pihak2 terkait dapat menunjukkan kepeduliannya. Semoga...

Kabar dari Nelayan

Pantai Selatan Ciamis selama September 2008 kemarin telah banyak menelan korban jiwa, dan semuanya adalah nelayan. Tercatat sekitar 20 orang lebih yang digulung ombak. Smuanya itu berasal dr Pangandaran, Bojongsalawe, Madasari, Legok Jawa, & Cimaragata.

Jumat, 12 September 2008

Kenaikan Gaji Guru Mulai Timbulkan Kecemburuan

sumber :
mailis DikBud@yahoogroups.com
13 September 2008

RUMGAPRES JAKARTA--MI: Badan Perencanaan
Pembangunan Nasional (Bappenas) menengarai mulai munculnya kecemburuan
di antara pegawai pemerintah akibat rencana kenaikan gaji guru hingga
minimal Rp2 juta per bulan untuk golongan II/B dengan masa kerja 0
tahun pada 2009.

"Saya diberitahu Wapres bahwa sudah ada protes dari para dokter PTT
(pegawai tidak tetap-red). Mereka yang bekerja di pelosok Indonesia
gajinya berkisar Rp1-2 juta sementara gaji guru di pelosok mencapai Rp5
juta per bulan," kata Meneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta di
Jakarta, Jumat (12/9).

Selain itu, tambahnya, masalah lainnya yang muncul akibat rencana
tersebut adalah kewajiban jam mengajar yang harus dipenuhi oleh guru
sebagai kompensasi kenaikan gaji tersebut. "Mereka kan harus mengajar
minimal 24 jam seminggu. Kalau di pulau Jawa atau Sumatra, hal itu
tidak masalah karena jumlah sekolah yang banyak sehingga mereka bisa
memenuhi kewajiban tersebut dengan mengajar di lebih dari satu tempat.
Tapi bagaimana dengan guru di daerah pelosok dimana mungkin jumlah
sekolah sangat terbatas," jelasnya.

Bappenas sendiri, tambahnya, tengah memikirkan kemungkinan
penerapan kewajiban yang berbeda untuk guru di daerah pelosok dengan
mempertimbangkan masalah tersebut. Kenaikan gaji guru ini terkait
penambahan anggaran pendidikan Rp 46,1 triliun Dari tambahan itu, Rp
24 triliun digelontorkan ke Departemen Pendidikan Nasional dan Rp 12
triliun untuk Departemen Agama.

Sebelumnya Sesmeneg PPN/Sestama Bappenas Syahrial Loetan telah
mengatakan, tambahan anggaran pendidikan sebesar Rp46,1 triliun dalam
rangka memenuhi 20 persen anggaran pendidikan sesuai amanat konstitusi
akan dibagi kepada 12 kementerian lembaga (KL), termasuk Depdiknas dan
Depag. Dari angka itu, Rp24 triliun akan digelontorkan ke Departemen
Pendidikan Nasional dan Rp12 triliun untuk Departemen Agama, serta
sisanya dialokasikan pada 10 KL yang ikut mendukung fungsi pendidikan
non kedinasan. Beberapa KL tersebut antara lain, Departemen
Perhubungan, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), Departemen
Pertanian, serta Departemen Kelautan dan Perikanan. (Ant/OL-06)