Minggu, 08 Juni 2008

Heti Nurjanah, (13 th), Sida Urip, Binangun

BERANTAS TUNTAS KEMISKINAN


Hari Kebangkitan Nasional diperingati pada tanggal 20 Mei. Di hari kebangkitan ini kita bisa memperingatinya dengan cara membantu fakir miskin, menyantuni anak yatim, membantu korban bencana alam, membantu tetangga yang membutuhkan, dan yang lain-lainnya.


Di samping itu juga harus mematuhi peraturan baik secara tertulis maupun secara tidak tertulis.


Seratus tahun lamanya Bangsa Indonesia melawan kemiskinan di tanah air ini. Namun sampai saat ini belum sepenuhnya Rakyat Indonesia terbebas dari kemiskinan, contohnya misalnya di daerah ibu kota Jakarta banyak anak-anak yang putus sekolah akibat tidak memiliki biaya dan ada juga yang membantu orang tuanya dengan cara berjualan Koran di jalan tol pada saat lampu merah.


Ada juga anak di bawah umur yang mencari barang-barang bekas, berjualan gorengan, dan lain-lain.


Semoga dengan Hari Kebangkitan Nasional ini bangsa kita bisa memberantas tuntas kemiskinan di negeri ini.


Cahyo Kurniawan, (12 th), Binangun

HARI KEBANGKITAN NASIONAL


Hari Kebangkitan Nasional adalah hari bangkitnya bangsa Indonesia yang dipoeringati setiap tanggal 20 Mei setiap tahunnya. Untuk tahun ini adalah hari yang ke 100 kalinya.


Pada hari itu, dari Sabng sampai merauke semua rakyat Indonesia memperingatinya, kebanyakan oleh kaum pelajar / Mahasiswa. Semua ini dilakukan untuk memperingati Hari kebangkitan Nasional.


Pada hari itu, setiap orang maupun sekolah mengadakan upacara yang diadakan di halaman sekolah maupun masyarakat masing-masing untuk mengingat Hari Kebangkitan Nasional.


BANGKIT INDONESIA

Sabtu, 07 Juni 2008

Fitri Febriyanti (12 th), Pesawahan, Binangun

HARI KEBANGKITAN NASIONAL

Pada tanggal 20 Mei dirayakan Hari Kebangkitan Nasional (HKN). Pada kali pertama peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ir. Soekarno menulis dan membacakan Teks Proklamasi dan mengibarkan Bendera Merah Putih.

Hari Kebangkitan Nasional merupakan hari bangkitnya bangsa dan warga Negara Indonesia. Maka dari itu, kita harus menjunjung tinggi negara kita supaya bangkit. Kita sebagai warga negara Indonesia harus semangat.....! semangat ....! menjunjung bangsa kita sendiri.

Kita sebagai warga negara Indonesia harus sabar menghadapi cobaan-cobaan yang datang silih berganti. Kita tidak boleh putus asa dalam menjunjung tinggi negeri kita dan membela negeri kita dengan semangat. Jangan disia-siakan Hari Kebangkitan Nasional ini.

100 tahun sudah negara kita bangkit. Negara kita adalah Negara Republik Indonesia. Kita sudah hidup beribu-ribu tahun dan kita tidak boleh saling benci-membenci, seperti kata Sutrisno Bachir, karena Hidup adalah Perbuatan, maka kita hidup di Negara Indonesia tidak boleh saling menyakiti, tidak boleh saling bertengkar. Kita sebagai Warga Negara Indonesia harus hidup rukun.